SayaPoker.net - Kelompok teroris ISIS tengah merencanakan serangan pada pesta sepak bola terbesar dunia yang akan digelar di Rusia. Sebuah pesan terenkripsi via aplikasi Telegram bocor dan memuat rincian serangan ISIS.
Agen Judi Online - Video dan gambar yang berhasil didapatkan menunjukkan jika militan ISIS akan menyerang dengan bom drone. ISIS secara khusus akan menargetkan serangan kepada penggemar Inggris. Dalam pesan yang terinkripsi itu, memuat data tempat dan waktu serangan.
Diketahui, salah seorang militan ISIS yang memang ahli di bidang drone telah tiba di Rusia. Saat ini, militan tersebut diyakini tengah membangun drone yang akan membawa bom tersebut. Pakar Keamanan Cyber Elad Ezrachi dari perusahaan pengawasan internet Sixgill, mengatakan, perusahaannya sudah melihat gambar itu.
Bandar Judi Online - Ia mengingatkan kepada intelijen untuk tidak meremehkan ancaman ini. "Ada sebuah tautan panduan yang membuat banyak rekrutmen mereka bisa membangun drone. Tidak ada keraguan kalau teknologi ini, jika digunakan oleh ISIS dalam serangan teroris di Piala Dunia, bisa menyebabkan kerusakan yang sangat luar baisa," tegasnya.
Direktur layanan rahasia Vladimir Putin mengungkapkan lebih dari 4.500 warga Rusia sudah pergi keluar negeri untuk bergabung dengan kelompok-kelompok jihadis dalam beberapa tahun terakhir. FSB (Federal Security Services) sudah memperingatkan terorisme adalah ancaman nomor satu untuk Piala Dunia, di depan hoolioganisme dan cyber-crime.
Agen Poker Online - Dikhawatirkan, para teroris yang bertempur dan dilatih di Suriah, Irak dan Afghanistan akan kembali ke Rusia untuk menyebabkan kerusakan di acara olahraga yang terkenal itu. Direktur FSB Alexander Bortnikov menggarisbawahi ancaman yang dihadapi Rusia akan semakin besar setelah kekalahan militer ISIS di Suriah dan Irak. Dia yakin teroris berusaha menargetkan Rusia.
Bortnikov mengatakan, teroris dengan dokumen palsu akan menyamar sebagai pengungsi, pekerja migran, dan wisatawan mulai masuk ke Rusia memanfaatkan aturan bebas visa dengan negara-negara bekas Soviet di Asih tengah. Wakilnya, Servgey Smirnov, 67, sudah ditugaskan untuk memimpin markas besar multi lembaga untuk memberikan keamanan bagi Piala Dunia.



