SayaPoker.net - Entah bercanda atau serius, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte menyatakan niatnya untuk mundur dari jabatannya sebagai presiden negara tersebut lebih awal dari mandat yang diberikannya.
Terpilih sebagai presiden tahun 2016, jabatan Rodrigo Duterte akan berakhir tahun 2022. Namun dalam sebuah pidato, sang presiden yang terkenal sangat keras ini menyatakan ingin mundur tahun 2020.
* Rodrigo Duterte Beralasan Sudah Tua dan Tidak Memiliki Ambisi Lagi
Agen Poker Online - Alasannya adalah usia dn sudah tidak memiliki ambisi lagi serta keinginannya untuk beristirahat. Saat ini Rodrigo Duterte Berusia 72 tahun. "Saya akan mundur tahun 2020, saya tidak akan menunggu sampai 2022. Saya sudah tua. Saya tidak memiliki ambisi lagi. Saya sungguh ingin istirahat.
Hal serupa juga dikatakan oleh juru bicara sang presiden Harry Roque dengan menegaskan kalau pimpinannya ini tidak memiliki niat untuk mengamandemen konstitusi negaranya, yang membatasi masa jabatan presiden negara tersebut.
* Sedang Berusaha Mengubah Sistem Politik Negara Tersebut
Bandar Poker Online - Tentunya ini mengacu pada keputusan Komite Sentral Partai Komunis China yang sudah mewacanakan perubahan konstitusi negara tersebut agar Presiden Xi Jinping bisa tetap berkuasa meskipun sudah menjabat dua periode sebagai pemimpin negara tersebut.
Penegasan sang Presiden dikuatkan oleh juru bicaranya ini disampaikan untuk membungkam kritik atas dukungan Rodrigo Duterte kepada sistem politik federalistik. Yakni sebuah rancangan reformasi yang bisa memberikan kekuasaan yang lebih banyak kepada presiden negara tersebut.
Dengan sistem ini selain kekuasaan yang lebih besar di tangan presiden, pemerintah lokal juga memiliki otonomi yang lebih luas dalam menghadapi masalah. Seperti kejahatan, kesenjangan ekonomi dan bangkitnya pemberontakan Islam dibagian selatan negara tersebut.
* Perintah Penembakan Dirinya Dikeluarkan Bulan Januari Lalu
Agen Judi Online - Sejak dilantik menjadi presiden Filipina dua tahun lalu, Rodrigo Duterte sudah mendapat kritikan tajam atas gaya kepemimpinannya yang populis dan perang, terhadap obat bius yang diperkirakan sudah menewaskan sekitar 7 ribu orang ditahun pertamanya saja.
Ucapan-ucapannya yang tanpa tedeng aling-aling terutama kepada beberapa pemimpin dunia lainnya juga membuat dirinya menjadi sosok yang sangat kontroversial.
Dan satu ucapan terakhirnya yang sangat kontroversial adalah perintahnya kepada pasukan dan barisan keamanannya untuk membunuh dirinya jika memiliki niat untuk memperpanjang masa jabatannya. "Jika saya overstay dan ingin menjadi diktator, tembak saya. Saya tidak bercanda," tegasnya bulan Januari lalu.



